Kategori: Featured

  • Tiga Program Polda Sumsel Diapresiasi Kakorbinmas, Bukan Cuma soal Keamanan

    Tiga Program Polda Sumsel Diapresiasi Kakorbinmas, Bukan Cuma soal Keamanan

     Sumatera Selatan. Polda Sumatera Selatan memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah, pengaktifan kembali Satkamling serta pengembangan bawang putih untuk mendukung program swasembada pangan. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., dalam kunjungan kerja sekaligus penyerahan dua kendaraan operasional Binmas di Mapolda Sumsel.

    Dalam sambutannya, Kakorbinmas menyoroti realisasi penyaluran beras melalui Gerakan Pangan Murah Polda Sumsel yang mencapai sekitar 230 persen dari target 2.705 ton. Berdasarkan total realisasi penyaluran beras secara nasional, capaian tersebut menempatkan Polda Sumsel pada peringkat ketiga.

    Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., menyampaikan penghargaan kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., beserta jajaran atas pelaksanaan berbagai program Polri yang mendukung Asta Cita Presiden. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

    “Capaian yang baik bukanlah akhir, melainkan menjadi tanggung jawab kita untuk mempertahankan, meningkatkan dan bisa memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Mardiyono. Dilansir dari TBN Sumsel, Selasa (29/9/26).

    Selain ketahanan pangan, perhatian terhadap keamanan lingkungan juga menjadi bagian dari penguatan pelayanan masyarakat. Polda Sumsel telah mengaktifkan kembali 224 Satkamling dari target 207 Satkamling atau sekitar 108 persen.

    Menurut Kakorbinmas, capaian tersebut menempatkan Polda Sumsel pada peringkat ketiga nasional dalam persentase aktivasi Satkamling pasif. Pengaktifan kembali Satkamling diharapkan semakin memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

    Kakorbinmas juga mendorong optimalisasi potensi lahan bawang putih seluas 81 hektare. Dalam sambutannya, ia menyebut realisasi program di Sumatera Selatan telah mencapai 9,6 hektare dan meminta jajaran terus memperkuat pendampingan, pemantauan serta sinergi dengan pemangku kepentingan.

    Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa komitmen pengembangan bawang putih seluas 81 hektare telah disepakati bersama para Kapolres dan jajaran.

    Kapolda mengarahkan agar jajaran berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta mitra terkait untuk mengidentifikasi lahan yang sesuai sekaligus memastikan keberlanjutan program.

    “Yang sudah dideklarasikan oleh Polda Sumatera Selatan adalah 81 hektare, sesuai dengan kesepakatan kita dengan para Kapolres dan jajaran untuk menyukseskan program Swasembada Bawang Putih,” ungkap Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho.

    Kapolda menekankan bahwa setiap program harus dilaksanakan secara terukur, disertai pelaporan, pengawasan dan evaluasi. Jajaran juga diminta mengonsolidasikan tim di tingkat Polda maupun kewilayahan serta memastikan setiap tugas dapat dituntaskan.

    “Jadi kalau pekerjaan itu dilaksanakan, dilaporkan, bukan dirasakan,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho.

    Untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan program, Kapolda menyampaikan bahwa capaian akan dianalisis dan dievaluasi setiap minggu. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai target sekaligus membuka ruang perbaikan dan peningkatan capaian.

    Dalam kunjungan kerja tersebut, Kakorbinmas juga menyerahkan dua kendaraan operasional Binmas. Dukungan sarana tersebut diharapkan memperkuat mobilitas personel dalam menjalankan pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan Polri serta menegaskan agar kendaraan operasional tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan tugas jajaran Binmas.

    Melalui penguatan ketahanan pangan, aktivasi Satkamling dan pengembangan bawang putih, Polda Sumsel terus mendorong program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara Polri, masyarakat, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program berjalan secara terukur dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Selatan.

    Mohammad Khoirul Amin, Amin, Khoirul Amin, Pakar Seo , pakar seo polri , master seo

     

  • Kakorbinmas Apresiasi Polda Sumsel, Program Pangan dan Satkamling Tembus Target Nasional

    Kakorbinmas Apresiasi Polda Sumsel, Program Pangan dan Satkamling Tembus Target Nasional

    29 September 2026 – 11:30 WIB

    Antara

     Sumatera Selatan. Polda Sumatera Selatan memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah, pengaktifan kembali Satkamling serta pengembangan bawang putih untuk mendukung program swasembada pangan. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., dalam kunjungan kerja sekaligus penyerahan dua kendaraan operasional Binmas di Mapolda Sumsel.

    Dalam sambutannya, Kakorbinmas menyoroti realisasi penyaluran beras melalui Gerakan Pangan Murah Polda Sumsel yang mencapai sekitar 230 persen dari target 2.705 ton. Berdasarkan total realisasi penyaluran beras secara nasional, capaian tersebut menempatkan Polda Sumsel pada peringkat ketiga.

    Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., menyampaikan penghargaan kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., beserta jajaran atas pelaksanaan berbagai program Polri yang mendukung Asta Cita Presiden. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

    “Capaian yang baik bukanlah akhir, melainkan menjadi tanggung jawab kita untuk mempertahankan, meningkatkan dan bisa memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Mardiyono. Dilansir dari TBN Sumsel, Selasa (29/9/26).

    Selain ketahanan pangan, perhatian terhadap keamanan lingkungan juga menjadi bagian dari penguatan pelayanan masyarakat. Polda Sumsel telah mengaktifkan kembali 224 Satkamling dari target 207 Satkamling atau sekitar 108 persen.

    Menurut Kakorbinmas, capaian tersebut menempatkan Polda Sumsel pada peringkat ketiga nasional dalam persentase aktivasi Satkamling pasif. Pengaktifan kembali Satkamling diharapkan semakin memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

    Kakorbinmas juga mendorong optimalisasi potensi lahan bawang putih seluas 81 hektare. Dalam sambutannya, ia menyebut realisasi program di Sumatera Selatan telah mencapai 9,6 hektare dan meminta jajaran terus memperkuat pendampingan, pemantauan serta sinergi dengan pemangku kepentingan.

    Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa komitmen pengembangan bawang putih seluas 81 hektare telah disepakati bersama para Kapolres dan jajaran.

    Kapolda mengarahkan agar jajaran berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta mitra terkait untuk mengidentifikasi lahan yang sesuai sekaligus memastikan keberlanjutan program.

    “Yang sudah dideklarasikan oleh Polda Sumatera Selatan adalah 81 hektare, sesuai dengan kesepakatan kita dengan para Kapolres dan jajaran untuk menyukseskan program Swasembada Bawang Putih,” ungkap Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho.

    Kapolda menekankan bahwa setiap program harus dilaksanakan secara terukur, disertai pelaporan, pengawasan dan evaluasi. Jajaran juga diminta mengonsolidasikan tim di tingkat Polda maupun kewilayahan serta memastikan setiap tugas dapat dituntaskan.

    “Jadi kalau pekerjaan itu dilaksanakan, dilaporkan, bukan dirasakan,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho.

    Untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan program, Kapolda menyampaikan bahwa capaian akan dianalisis dan dievaluasi setiap minggu. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai target sekaligus membuka ruang perbaikan dan peningkatan capaian.

    Dalam kunjungan kerja tersebut, Kakorbinmas juga menyerahkan dua kendaraan operasional Binmas. Dukungan sarana tersebut diharapkan memperkuat mobilitas personel dalam menjalankan pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan Polri serta menegaskan agar kendaraan operasional tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan tugas jajaran Binmas.

    Melalui penguatan ketahanan pangan, aktivasi Satkamling dan pengembangan bawang putih, Polda Sumsel terus mendorong program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara Polri, masyarakat, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program berjalan secara terukur dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Selatan.

    Mohammad Khoirul Amin, Amin, Khoirul Amin, Pakar Seo , pakar seo polri , master seo

     

  • Halo Dunia News : Parkir Liar Pungut Tarif Tak Wajar, Warga Lapor 110 Polisi

    Halo Dunia News : Parkir Liar Pungut Tarif Tak Wajar, Warga Lapor 110 Polisi

    Parkir Liar Pungut Tarif Tak Wajar, Warga Lapor 110 Polisi


    Jakarta – Warga Jakarta Selatan dibuat resah oleh praktik parkir liar bertarif tidak wajar di area Setiabudi. Pada Kamis, 16 Januari 2026, seorang warga melaporkan melalui layanan darurat Call Center 110 bahwa dirinya diminta membayar Rp10.000 untuk parkir sepeda motor selama kira-kira tiga jam di pertigaan dekat Sudirman Tower dan Plaza Semanggi. Aduan ini kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

    Mendapat laporan tersebut, Polsek Metro Setiabudi langsung bergerak meninjau lokasi pada siang hari yang sama. Petugas yang dipimpin Pawas Iptu Rudi Anton bersama anggota piket Binmas dan Pospol melakukan pengecekan kondisi di lapangan. Dari hasil verifikasi, polisi mendapati bahwa aktivitas parkir liar tersebut menggunakan sebagian badan jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan serta mengganggu ketertiban lalu lintas.

    Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, tarif resmi parkir sepeda motor di kawasan itu seharusnya adalah Rp5.000 untuk durasi maksimal lima jam. Petugas kemudian memberikan imbauan kepada para juru parkir di lokasi agar tidak lagi memungut biaya di luar ketentuan dan tidak menggunakan badan jalan sebagai area parkir.

    Insiden ini sekaligus menjadi contoh nyata pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan praktik yang meresahkan melalui layanan publik seperti Call Center 110. Polisi pun mengajak warga untuk tetap waspada dan tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

     

     

  • Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran 500 Butir Ekstasi di Apartemen Jakbar, Dua Pria Diamankan

    Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran 500 Butir Ekstasi di Apartemen Jakbar, Dua Pria Diamankan

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis ekstasi di wilayah Jakarta Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti berupa 500 butir pil ekstasi.

    Plh Kanit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba PMJ, AKP Joko, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di kawasan Jakarta Barat.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Subdit 1 Ditresnarkoba PMJ langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi yang dimaksud. Petugas kemudian mengamankan dua orang tersangka dan melakukan penggeledahan di tempat kejadian perkara.

    Kedua tersangka masing-masing berinisial A (35) dan F (25), keduanya berjenis kelamin laki-laki. Mereka diamankan di Apartemen Mediterania, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

    “Mengamankan dua orang tersangka berinisial A dan F di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Barat,” ujar AKP Joko.

    Dari tangan para tersangka, petugas menyita 500 butir narkotika jenis ekstasi serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba.

    “Setelah kami geledah, kami mengamankan 500 butir ekstasi” tambah AKP Joko

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka mengakui bahwa barang haram tersebut diperoleh dari seseorang berinisial A yang saat ini berstatus daftar pencarian orang (DPO). Narkotika jenis ekstasi tersebut didapat melalui pengiriman jasa ekspedisi.

    Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

  • Halo Dunia News : Blogger Polri : Merdunya Suara Kapolresta Banyuwangi Nembang Tradisional Campursari – TIMES Banyuwangi

    Halo Dunia News : Blogger Polri : Merdunya Suara Kapolresta Banyuwangi Nembang Tradisional Campursari – TIMES Banyuwangi

    Merdunya Suara Kapolresta Banyuwangi Nembang Tradisional Campursari – TIMES Banyuwangi

    BANYUWANGI – Suara halus nan merdu mengalun saat Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melantunkan tembang campursari. Setiap bait nada yang dibawakannya terasa masuk dengan sopan ke telinga, membawa kesejukan yang menenangkan jiwa bagi siapa pun yang mendengarnya.

    Seperti itulah secuil gambaran ketika mendengar suara emas Kombes Pol. Rofiq membawakan sejumlah lagu dan tembang tradisional pada acara Campur Sari Campur Ngaji, di Aula Sidqi Ponpes Adz-Dzikra, Banyuwangi, Sabtu (17/1/2026).

    Alunan musik dari band tunanetra Al Muntaz mengiringi suaranya, menciptakan suasana sejuk dan akrab. Para tamu dan warga yang hadir seolah terhipnotis, tak menyangka bahwa orang nomor satu di Polresta Banyuwangi tersebut memiliki talenta olah vokal indah.

    Mulai dari lagu Tombo Ati dilanjut tembang campursari Nyidam Sari yang duet dengan Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono dan terakhir menyanyikan lagu Mendem Wedokan, Kombes Pol. Rofiq melantunkan dengan lembut dan tegas.

    Dengan memadukan unsur seni dan religi Kombes Pol. Rofiq memberi pesan tentang harmoni kerukunan agama, termasuk tentang pelestarian budaya daerah yang hampir tergerus zaman.

    “Terutama pada anak muda, kita harus nguri-nguri budaya leluhur, jangan sampai melupakannya,” katanya saat diatas panggung memberi pesan kepada santri.

    Tak hanya menembang, dengan seragam lengkap dan kopiah putih, Kombes Pol. Rofiq juga turut menyampaikan pesan jaga Banyuwangi.

    Pada acara tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Daerah (PD) XIII GM FKPPI Jawa Timur, Ir. Agoes Soerjanto, M.T., Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. Mujiono, dan Ketua PC 1325 GM FKPPI Banyuwangi, K.H. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H. sebagai penyelengara acara.

    Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi mahasiswa juga hadir memeriahkan acara. Kegiatan berlangsung hangat, penuh kebersamaan, dan sarat pesan moral

  • Gerak Cepat Polresta Banyuwangi Tangani Penemuan Bayi di Desa Olehsari

    Gerak Cepat Polresta Banyuwangi Tangani Penemuan Bayi di Desa Olehsari

    Gerak Cepat Polresta Banyuwangi Tangani Penemuan Bayi di Desa Olehsari

    Gerak Cepat Polresta Banyuwangi Tangani Penemuan Bayi di Desa Olehsari

     

    BANYUWANGI– Polresta Banyuwangi bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang bayi laki-laki di teras rumah warga Dusun Krajan, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Rabu  (14/1/2026)

    Kapolsek Glagah AKP Edi Jaka Supa’at, S.H. menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 22.00 WIB di rumah milik Sutikno (70), seorang pensiunan anggota Polri. Bayi ditemukan berada di dalam sebuah kardus Indomie yang diletakkan di lantai teras rumah.

    Kronologis kejadian bermula saat saksi Ferdy Tri Ananta (18) pulang ke rumah dan melihat sebuah kardus di teras. Awalnya tidak dicurigai, namun saat saksi duduk di teras untuk mengerjakan tugas sekolah, terdengar suara tangisan bayi dari dalam kardus. Mengetahui hal tersebut, saksi segera memberitahukan kepada orang tuanya.

    Pelapor kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Glagah. Sekira pukul 22.08 WIB, petugas Polsek Glagah bersama bidan dari Klinik Amanah Desa Olehsari mendatangi lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, ditemukan seorang bayi laki-laki dengan berat badan sekitar 3,2 kilogram, lengkap dengan perlengkapan bayi serta secarik surat wasiat.

    Untuk mendapatkan penanganan medis, bayi tersebut segera dibawa ke Klinik Amanah Desa Olehsari dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi. Saat ini bayi dalam kondisi sehat dan masih menjalani perawatan medis.

    Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan apresiasi atas respons cepat jajaran Polsek Glagah serta kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut.

    “Polri hadir untuk memberikan perlindungan, khususnya terhadap anak sebagai kelompok rentan. Kami memastikan bayi tersebut mendapatkan penanganan medis yang layak dan aman, serta menjamin proses hukum berjalan secara profesional dan humanis,” tegas Kapolresta Banyuwangi.

    Lebih lanjut, Kapolresta Banyuwangi menambahkan bahwa pihaknya telah memerintahkan Satreskrim Polresta Banyuwangi untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut.

    “Kami akan mendalami kasus ini, termasuk menelusuri identitas orang tua bayi serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan perlindungan dan masa depan bayi tersebut,” imbuhnya.

    Saat ini penanganan perkara dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Glagah bersama Satreskrim Polresta Banyuwangi. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau menemukan kejadian serupa demi keselamatan dan perlindungan anak

  • Batalyon B Pelopor Brimob Polda Metro Jaya Gelar Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Rawa Teratai, Jakarta Timur

    Batalyon B Pelopor Brimob Polda Metro Jaya Gelar Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Rawa Teratai, Jakarta Timur

    Jakarta — Satuan Brimob Polda Metro Jaya melalui Batalyon B Pelopor menggelar Dapur Lapangan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di wilayah Rawa Teratai, Jakarta Timur, Minggu, 18 Januari 2026.

    Kegiatan tersebut dipusatkan di lapangan Kampung Petukangan Rawa Teratai, Kecamatan Cakung. Personel Batalyon B Pelopor dikerahkan untuk menyiapkan makanan siap saji dengan memanfaatkan perlengkapan dapur lapangan milik Brimob.

    Dalam pelaksanaannya, personel memasak menu nasi goreng yang kemudian dikemas dan dibagikan kepada masyarakat terdampak. Sebanyak 500 box nasi goreng berhasil disalurkan kepada para pengungsi serta warga sekitar yang membutuhkan.

    Pelayanan konsumsi ini merupakan bagian dari respons cepat Satuan Brimob Polda Metro Jaya dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akibat bencana, khususnya di tengah kondisi darurat banjir.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Brimob di lokasi bencana adalah wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.
    “Brimob Polda Metro Jaya akan terus hadir membantu warga yang terdampak bencana. Melalui dapur lapangan ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan kebutuhan makan para pengungsi tetap terpenuhi,” tegasnya.

    Selain itu, Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keamanan bersama.

  • Brimob Polda Metro Jaya Gelar Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Rawa Teratai, Jakarta Timur

    Brimob Polda Metro Jaya Gelar Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Rawa Teratai, Jakarta Timur

    Jakarta — Satuan Brimob Polda Metro Jaya melalui Batalyon B Pelopor menggelar Dapur Lapangan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di wilayah Rawa Teratai, Jakarta Timur, Minggu, 18 Januari 2026.

    Kegiatan tersebut dipusatkan di lapangan Kampung Petukangan Rawa Teratai, Kecamatan Cakung. Personel Batalyon B Pelopor dikerahkan untuk menyiapkan makanan siap saji dengan memanfaatkan perlengkapan dapur lapangan milik Brimob.

    Dalam pelaksanaannya, personel memasak menu nasi goreng yang kemudian dikemas dan dibagikan kepada masyarakat terdampak. Sebanyak 500 box nasi goreng berhasil disalurkan kepada para pengungsi serta warga sekitar yang membutuhkan.

    Pelayanan konsumsi ini merupakan bagian dari respons cepat Satuan Brimob Polda Metro Jaya dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akibat bencana, khususnya di tengah kondisi darurat banjir.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Brimob di lokasi bencana adalah wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.
    “Brimob Polda Metro Jaya akan terus hadir membantu warga yang terdampak bencana. Melalui dapur lapangan ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan kebutuhan makan para pengungsi tetap terpenuhi,” tegasnya.

    Selain itu, Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keamanan bersama.

  • BNN Bongkar Peredaran Narkotika Modus Cairan Vape, Dua Warga Malaysia Ditangkap

    BNN Bongkar Peredaran Narkotika Modus Cairan Vape, Dua Warga Malaysia Ditangkap

    Badan Narkotika Nasional (BNN) RI membongkar dugaan peredaran narkotika dengan modus cairan vape atau rokok elektrik di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menangkap dua warga negara Malaysia yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika lintas negara. Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN Aldrin Hutabarat mengatakan,

    pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan selama sekitar satu pekan yang dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Baca juga: BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang, 3 Orang Ditangkap “Tim BNN maupun tim Bea Cukai melakukan penyelidikan yang kami duga ada seseorang membawa sebuah koper dan ransel. Yang kemarin tepatnya, hari Kamis tanggal 15 Januari 2026, kami ikuti dari bandara Soetta. Dan inipun hasil dari informasi masyarakat juga,” jelas Aldrin saat ditemui di sebuah apartemen kawasan Sudirman, Jumat (16/1/2026). BNN Temukan Sampel Cairan Vape yang Mengandung Narkoba Artikel Kompas.id Aldrin menjelaskan, terduga pelaku yang dibuntuti petugas kemudian menuju salah satu apartemen di Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, petugas mendapati seorang rekan yang telah lebih dulu menunggu. “Suspect atau diduga pelaku ini kita ikuti dan masuk di sebuah salah satu apartemen. Dan ini adalah tempat rumahnya (apartemen). Rupanya di sini ada kawannya yang sudah menunggu, menanti,” tutur Aldrin.

    Menurut Aldrin, kedua terduga pelaku yang berinisial MK dan TKG diketahui telah tinggal di apartemen tersebut sejak 13 Januari 2026. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan produksi dan peredaran narkotika cair. “Dari koper ini kami temukan, ini adalah sebuah cartridges (kartrid) untuk dimasukkan di vape electrik. Itu sebanyak enam bungkus plastik, masing-masing berjumlah 500. Jadi kalau dikali enam, sudah ada di sini 3.000 (kartrid),” jelas Aldrin. Baca juga: BNN Bongkar Narkotika Cair, Penikmat Vape Jadi Sasaran Utama “Nah, ini namanya penutup kartridnya. Ada tiga plastik. Jadi satu plastik ini berjumlah 1.000. Jadi total ada 3.000,” lanjutnya. Selain itu, petugas juga menyita botol kaca berukuran besar yang diduga berisi cairan narkotika yang akan dimasukkan ke dalam rokok elektrik. Aldrin menyebutkan, cairan tersebut diduga mengandung zat etomidate yang termasuk narkotika golongan II sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025. “Selanjutnya tim kami, termasuk Bea Cukai juga masih ada bersama-sama kami, kami telusuri tempat ini. Khususnya di sana, di tempat dapurnya itu, di bawah wastafel, itu ada laci, ditemukan (cairan),” jelas Aldrin.

    “Tapi isinya ini kami ambil sampel untuk kami uji lab. Jadi tim kami dua orang langsung meluncur ke Puslab BNN di Lido. Jadi ada kurang lebih 10 mililiter kami ambil, ada dua botol. Kami bawa ke sana. Sambil kami menunggu juga,” tambahnya. Lebih lanjut, Aldrin mengungkapkan bahwa kedua pelaku mengaku hanya menjalankan perintah dari seorang bos berinisial A yang juga merupakan warga negara asing. Baca juga: BNN Bongkar Apartemen di Ancol Jadi “Dapur” Racik Narkoba Vape dan Happy Water “Pelaku ini adalah Warga Negara Asing dan dia membawa ini atas perintah dari bosnya. Jadi ini yang tanggal 13 juga punya bos juga inisial A, yang satu juga (inisial A). Siapa A ini, masih kita akan mendalami setelah kita tuangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan,” jelas Aldrin. Saat ini, BNN masih mendalami peran masing-masing pelaku serta menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas dalam kasus tersebut.

  • HALO DUNIA NEWS : BNN Bongkar Peredaran Narkotika Modus Cairan Vape, Dua Warga Malaysia Ditangkap

    BNN Bongkar Peredaran Narkotika Modus Cairan Vape, Dua Warga Malaysia Ditangkap

    Badan Narkotika Nasional (BNN) RI membongkar dugaan peredaran narkotika dengan modus cairan vape atau rokok elektrik di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menangkap dua warga negara Malaysia yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika lintas negara. Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN Aldrin Hutabarat mengatakan,

    pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan selama sekitar satu pekan yang dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Baca juga: BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang, 3 Orang Ditangkap “Tim BNN maupun tim Bea Cukai melakukan penyelidikan yang kami duga ada seseorang membawa sebuah koper dan ransel. Yang kemarin tepatnya, hari Kamis tanggal 15 Januari 2026, kami ikuti dari bandara Soetta. Dan inipun hasil dari informasi masyarakat juga,” jelas Aldrin saat ditemui di sebuah apartemen kawasan Sudirman, Jumat (16/1/2026). BNN Temukan Sampel Cairan Vape yang Mengandung Narkoba Artikel Kompas.id Aldrin menjelaskan, terduga pelaku yang dibuntuti petugas kemudian menuju salah satu apartemen di Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, petugas mendapati seorang rekan yang telah lebih dulu menunggu. “Suspect atau diduga pelaku ini kita ikuti dan masuk di sebuah salah satu apartemen. Dan ini adalah tempat rumahnya (apartemen). Rupanya di sini ada kawannya yang sudah menunggu, menanti,” tutur Aldrin.

    Menurut Aldrin, kedua terduga pelaku yang berinisial MK dan TKG diketahui telah tinggal di apartemen tersebut sejak 13 Januari 2026. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan produksi dan peredaran narkotika cair. “Dari koper ini kami temukan, ini adalah sebuah cartridges (kartrid) untuk dimasukkan di vape electrik. Itu sebanyak enam bungkus plastik, masing-masing berjumlah 500. Jadi kalau dikali enam, sudah ada di sini 3.000 (kartrid),” jelas Aldrin. Baca juga: BNN Bongkar Narkotika Cair, Penikmat Vape Jadi Sasaran Utama “Nah, ini namanya penutup kartridnya. Ada tiga plastik. Jadi satu plastik ini berjumlah 1.000. Jadi total ada 3.000,” lanjutnya. Selain itu, petugas juga menyita botol kaca berukuran besar yang diduga berisi cairan narkotika yang akan dimasukkan ke dalam rokok elektrik. Aldrin menyebutkan, cairan tersebut diduga mengandung zat etomidate yang termasuk narkotika golongan II sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025. “Selanjutnya tim kami, termasuk Bea Cukai juga masih ada bersama-sama kami, kami telusuri tempat ini. Khususnya di sana, di tempat dapurnya itu, di bawah wastafel, itu ada laci, ditemukan (cairan),” jelas Aldrin.

    “Tapi isinya ini kami ambil sampel untuk kami uji lab. Jadi tim kami dua orang langsung meluncur ke Puslab BNN di Lido. Jadi ada kurang lebih 10 mililiter kami ambil, ada dua botol. Kami bawa ke sana. Sambil kami menunggu juga,” tambahnya. Lebih lanjut, Aldrin mengungkapkan bahwa kedua pelaku mengaku hanya menjalankan perintah dari seorang bos berinisial A yang juga merupakan warga negara asing. Baca juga: BNN Bongkar Apartemen di Ancol Jadi “Dapur” Racik Narkoba Vape dan Happy Water “Pelaku ini adalah Warga Negara Asing dan dia membawa ini atas perintah dari bosnya. Jadi ini yang tanggal 13 juga punya bos juga inisial A, yang satu juga (inisial A). Siapa A ini, masih kita akan mendalami setelah kita tuangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan,” jelas Aldrin. Saat ini, BNN masih mendalami peran masing-masing pelaku serta menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas dalam kasus tersebut.