Kategori: Blog

  • Menurut Peniliaian Pakar UI Nilai Komunikasi Publik Humas Polri Makin Positif

    Menurut Peniliaian Pakar UI Nilai Komunikasi Publik Humas Polri Makin Positif

    Pakar UI Nilai Komunikasi Publik Humas Polri Makin Positif

    Pakar komunikasi yang juga Associate Professor Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati, menilai langkah komunikasi publik yang dilakukan Humas Polri semakin menunjukkan arah positif. Devie menyebut transformasi pendekatan komunikasi Polri dalam beberapa tahun terakhir membuat institusi tersebut lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

    “Perubahan pola komunikasi Polri sangat terlihat. Tidak lagi satu arah, tapi membuka ruang dialog, respon cepat, dan penyampaian informasi yang lebih transparan,” kata Devie.

    Menurutnya, kebutuhan publik saat ini menuntut kecepatan, keakuratan, dan konsistensi informasi, terutama ketika menghadapi isu sensitif atau situasi krisis. Devie menilai Humas Polri mampu meningkatkan koordinasi internal sehingga informasi yang keluar lebih terstruktur dan dapat meredam potensi disinformasi.

    “Humas Polri sekarang lebih adaptif terhadap dinamika opini publik. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

    Ia menyoroti penggunaan kanal digital sebagai salah satu langkah strategis. Polri dinilai cukup aktif mengelola komunikasi melalui berbagai platform media sosial, baik untuk penyampaian informasi maupun edukasi publik.

    “Ruang digital bukan hanya tempat Polri hadir, tapi juga tempat Polri membangun kedekatan dengan masyarakat. Konten informatif dan humanis terbukti efektif,” kata Devie.

    Meski begitu, Devie menilai peningkatan kompetensi komunikasi di lingkungan Humas Polri harus terus dilakukan. Transformasi digital yang cepat membuat pola komunikasi publik semakin kompleks dan menuntut kemampuan baru.

    “Dengan pelatihan yang berkelanjutan dan strategi yang konsisten, Humas Polri bisa menjadi role model komunikasi publik institusi negara,” tuturnya.

    Devie menegaskan, komunikasi publik yang terbuka, responsif, dan berbasis data merupakan fondasi penting bagi Polri dalam membangun citra institusi yang profesional dan dipercaya masyarakat.

  • Kadiv Humas Buka ANEV Konsolidasi Penguatan Komunikasi Publik Polri

    Kadiv Humas Buka ANEV Konsolidasi Penguatan Komunikasi Publik Polri

    Kadiv Humas Buka ANEV Konsolidasi Penguatan Komunikasi Publik Polri

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. membuka kegiatan Analisis dan Evaluasi (ANEV) Konsolidasi Penguatan Komunikasi Publik Polri, Selasa (2/12/2025). Dalam arahannya, Sandi menekankan pentingnya memperkuat koordinasi komunikasi di seluruh jajaran Humas serta meningkatkan kemampuan pencegahan misinformasi di ruang digital.

    “Komunikasi publik adalah wajah institusi. Karena itu, setiap informasi yang keluar dari Polri harus akurat, terukur, dan tidak membuka ruang bagi misinformasi,” ujar Sandi.

    Ia menyampaikan bahwa ekosistem informasi saat ini bergerak sangat cepat. Penyebaran isu sensitif melalui media sosial kerap memunculkan kebingungan publik jika tidak segera direspons oleh kanal resmi Polri. Menurutnya, kecepatan koordinasi antar satuan humas, baik di pusat maupun kewilayahan, menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

    “Kita harus mampu mengendalikan narasi dengan data yang kuat. Respons cepat penting, tetapi yang lebih penting adalah keseragaman dan ketepatan informasi,” tegasnya.

    Sandi menuturkan, jajaran Humas Polri harus semakin mengoptimalkan ragam platform digital sebagai sumber informasi kredibel. Ia meminta peningkatan kualitas produksi konten, monitoring isu, serta penguatan sinergi dengan media massa agar publik mendapatkan gambaran yang jelas dan benar.

    “Penguatan komunikasi publik tidak berhenti pada publikasi. Ini soal menjaga kredibilitas institusi melalui transparansi dan kejelasan pesan,” imbuhnya.

    Dalam ANEV ini, Sandi juga menyoroti perlunya peningkatan kemampuan analisis media, literasi digital, hingga penggunaan teknologi monitoring isu untuk mendeteksi potensi hoaks sedini mungkin.

    Ia berharap konsolidasi ini dapat memperkuat soliditas seluruh jajaran Humas Polri sehingga setiap isu strategis dapat dikelola secara cepat, terarah, dan terkoordinasi, serta mampu menekan munculnya misinformasi di masyarakat.

  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho Buka ANEV Konsolidasi Penguatan Komunikasi Publik Polri

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho Buka ANEV Konsolidasi Penguatan Komunikasi Publik Polri

    Kadiv Humas Buka ANEV Konsolidasi Penguatan Komunikasi Publik Polri

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. membuka kegiatan Analisis dan Evaluasi (ANEV) Konsolidasi Penguatan Komunikasi Publik Polri, Selasa (2/12/2025). Dalam arahannya, Sandi menekankan pentingnya memperkuat koordinasi komunikasi di seluruh jajaran Humas serta meningkatkan kemampuan pencegahan misinformasi di ruang digital.

    “Komunikasi publik adalah wajah institusi. Karena itu, setiap informasi yang keluar dari Polri harus akurat, terukur, dan tidak membuka ruang bagi misinformasi,” ujar Sandi.

    Ia menyampaikan bahwa ekosistem informasi saat ini bergerak sangat cepat. Penyebaran isu sensitif melalui media sosial kerap memunculkan kebingungan publik jika tidak segera direspons oleh kanal resmi Polri. Menurutnya, kecepatan koordinasi antar satuan humas, baik di pusat maupun kewilayahan, menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

    “Kita harus mampu mengendalikan narasi dengan data yang kuat. Respons cepat penting, tetapi yang lebih penting adalah keseragaman dan ketepatan informasi,” tegasnya.

    Sandi menuturkan, jajaran Humas Polri harus semakin mengoptimalkan ragam platform digital sebagai sumber informasi kredibel. Ia meminta peningkatan kualitas produksi konten, monitoring isu, serta penguatan sinergi dengan media massa agar publik mendapatkan gambaran yang jelas dan benar.

    “Penguatan komunikasi publik tidak berhenti pada publikasi. Ini soal menjaga kredibilitas institusi melalui transparansi dan kejelasan pesan,” imbuhnya.

    Dalam ANEV ini, Sandi juga menyoroti perlunya peningkatan kemampuan analisis media, literasi digital, hingga penggunaan teknologi monitoring isu untuk mendeteksi potensi hoaks sedini mungkin.

    Ia berharap konsolidasi ini dapat memperkuat soliditas seluruh jajaran Humas Polri sehingga setiap isu strategis dapat dikelola secara cepat, terarah, dan terkoordinasi, serta mampu menekan munculnya misinformasi di masyarakat.

  • Kabid Humas : Polda Metro Jaya Kerahkan 2.511 Personel untuk Melayani Kegiatan Reuni Akbar 212

    Kabid Humas : Polda Metro Jaya Kerahkan 2.511 Personel untuk Melayani Kegiatan Reuni Akbar 212

    Jakarta – Polda Metro Jaya menurunkan 2.511 personel gabungan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan pada kegiatan Reuni Akbar 212 yang digelar Selasa (2/12/2025) sore hingga malam.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan personel tersebut terdiri dari 2.132 personel Polri, 100 personel TNI, dan 279 personel Pemda DKI.

    “Kami akan memberikan pelayanan dalam hal pengamanan sehingga pelaksanaan Reuni Akbar 212 dapat berjalan aman dan tertib. Polda Metro Jaya hadir untuk memastikan kegiatan berlangsung lancar. Kami mengimbau seluruh peserta maupun masyarakat sekitar agar saling menghormati, termasuk para pengguna jalan,” ujar Budi.

    Terkait rekayasa lalu lintas, Budi menjelaskan bahwa pengalihan arus akan diberlakukan secara situasional mulai pukul 17.00 WIB hingga kegiatan selesai. Sejumlah ruas jalan di kawasan Monas, Patung Kuda, hingga Thamrin berpotensi terdampak, termasuk Jl Medan Merdeka Barat, Selatan, Timur, dan Utara; Jl Veteran I–III; Jl Majapahit sisi timur; Jl Perwira; Jl Budi Kemuliaan arah Patung Kuda; Jl MH Thamrin dari Simpang Patung Kuda hingga Simpang Kebon Sirih; serta Jl Medan Merdeka Selatan dari arah Tugu Tani atau Kedubes AS.

    “Kami mengimbau masyarakat yang melintas agar merencanakan rute alternatif dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tutupnya.

  • Polri Siagakan Tim K9 untuk Pencarian Korban Bencana di Sumatera

    Polri Siagakan Tim K9 untuk Pencarian Korban Bencana di Sumatera

    Polri menyiapkan pasukan untuk penanganan bencana di Sumatera. (Foto: dok. Polri)
    Jakarta – Polri menyiagakan Tim K9 untuk mendukung proses pencarian korban hilang di wilayah bencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Kesiapan tersebut merupakan komitmen Polri dalam penanganan bencana di Sumatera.
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko memberikan paparan mengenai unsur-unsur Polri yang diterjunkan. Ia menyebut Polri mengerahkan berbagai satuan, termasuk unsur Poludara, Ditpolair Korpolairud, Baharkam, K9, Logistik, Forensik, dan DVI.

    Ia menegaskan pengerahan Tim K9 akan disesuaikan dengan permintaan daerah dan perkembangan informasi di lapangan. Tim K9 Polri akan membantu proses pencarian di kawasan terdampak banjir, longsor, maupun wilayah yang mengalami kerusakan parah akibat bencana.

    “Keterlibatan K9 SAR, yaitu Tim K9, disiagakan untuk pencarian korban hilang sesuai permintaan dan perkembangan informasi di lapangan,” jelas Trunoyudo, Sabtu (29/11/2025).

    Selain Tim K9, Polri mengoperasikan dukungan udara melalui pesawat dan helikopter Ditpoludara Baharkam, dukungan laut melalui kapal-kapal Polairud, serta dukungan logistik dan dapur lapangan di 22 polda.

    Sebelumnya, Polri telah berjanji untuk mengerahkan seluruh satuan dalam penanganan bencana di wilayah utara Pulau Sumatera tersebut.

    “Polri menyampaikan dukacita yang mendalam atas bencana yang terjadi dan memastikan seluruh unsur Polri hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak,” ujar Trunoyudo.

    Trunoyudo menyampaikan Polri akan mengirimkan bantuan logistik kepada daerah terdampak. Proses distribusi akan menggunakan jalur udara dengan helikopter milik Polri.

    “Hari ini, penerbangan bantuan logistik melalui dukungan udara Poludara Baharkam Polri diberangkatkan menuju Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” katanya.

    Karo Penmas memerinci kekuatan personel yang diturunkan dalam penanganan bencana. Ada sebanyak 97.924 personel yang dikerahkan.

    “Kekuatan personel Polri yang telah tergelar antara lain Polda Sumut sebanyak 1.754 personel, Polda Sumbar 2.743 personel, dan total personel Polda seluruh Indonesia yang siap digerakkan sebanyak 97.924 personel,” ujarnya.

  • Polri Siapkan 28 Dapur Lapangan untuk Korban Bencana di Sumatera

    Polri Siapkan 28 Dapur Lapangan untuk Korban Bencana di Sumatera

    Polri Siapkan 28 Dapur Lapangan untuk Korban Bencana di Sumatera

    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko (Foto: dok. Polri)
    Jakarta – Polri menyiapkan sebanyak 28 dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan korban bencana di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh. Menurut Polri, dapur lapangan merupakan unsur penting dalam penanganan bencana.
    “Dapur lapangan saat ini tersedia di 22 polda dengan total 28 dapur lapangan yang siap menyediakan makanan cepat saji untuk pengungsi,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (29/11/2025).

    Dapur lapangan tersebut akan mendukung distribusi makanan siap santap bagi warga yang rumahnya terdampak banjir, longsor, maupun kerusakan infrastruktur.

    Sementara itu, Polri juga mengirim bantuan logistik untuk tiga wilayah terdampak. Selain kebutuhan makanan, bantuan juga berupa kebutuhan ibu dan anak, obat-obatan, tenda, perahu karet, pelampung, kasur lipat, hingga mesin senso untuk penyingkiran material longsor di wilayah Sumbar.

    Polri pun berjanji untuk mengerahkan seluruh satuan dalam penanganan bencana di utara Pulau Sumatera tersebut.

    “Polri menyampaikan dukacita yang mendalam atas bencana yang terjadi dan memastikan seluruh unsur Polri hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak,” ujar Trunoyudo Wisnu Andiko.

    Trunoyudo menyampaikan Polri akan mengirimkan bantuan logistik kepada daerah terdampak. Proses distribusi akan menggunakan jalur udara dengan helikopter milik Polri.

    Baca juga:
    Polri Kerahkan Seluruh Satuan Distribusikan Bantuan Bencana di Sumatera
    “Hari ini, penerbangan bantuan logistik melalui dukungan udara Poludara Baharkam Polri diberangkatkan menuju Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” katanya.

    Karo Penmas merinci kekuatan personel yang diturunkan dalam penanganan bencana. Ada sebanyak 97.924 personel yang dikerahkan.

    “Kekuatan personel Polri yang telah tergelar antara lain Polda Sumut sebanyak 1.754 personel, Polda Sumbar 2.743 personel, dan total personel Polda seluruh Indonesia yang siap digerakkan sebanyak 97.924 personel,” ujarnya.

  • Ikrar Ksatria Bhayangkara Menggema di Malam Renungan Apel Kasatwil 2025

    Ikrar Ksatria Bhayangkara Menggema di Malam Renungan Apel Kasatwil 2025

    Ikrar Ksatria Bhayangkara Menggema di Malam Renungan Apel Kasatwil 2025

    Kalimat suci itu menggema lantang, memecah kesunyian malam yang diselimuti kabut tipis dan diterangi ribuan obor yang berkobar hangat. Setiap nyala api memantulkan cahaya ke wajah para peserta, menciptakan panorama yang khidmat dan menggetarkan hati. Di tengah atmosfer yang hening namun penuh makna itu, semangat pengabdian seolah menyatu dengan udara malam di Mako Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Pada malam yang bersejarah itu, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin langsung Renungan Nilai-Nilai Ksatria Bhayangkara, sebuah prosesi sakral yang menjadi rangkaian utama Apel Kasatwil 2025. Bukan sekadar acara seremonial, renungan ini adalah momentum memperbarui komitmen, meneguhkan integritas, dan menyatukan langkah seluruh jajaran Polri menuju masa depan institusi yang lebih profesional, modern, dan humanis.

    Hadir dalam prosesi tersebut para Pejabat Utama Mabes Polri, para Kapolda, Karo Ops, serta Kapolres dari seluruh Indonesia. Dalam balutan suasana malam, barisan mereka tampak kokoh, memancarkan tekad untuk terus memperkuat kepercayaan publik melalui perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

    Ketika seluruh peserta menundukkan kepala, suasana hening total. Tidak ada suara selain desir angin dan gemerik obor yang terbakar perlahan. Dalam keheningan itulah, nilai-nilai luhur Bhayangkara kembali diingatkan—bahwa tugas utama seorang polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga hati masyarakat.

    Pada puncak acara, Kapolri memimpin pembacaan Ikrar Ksatria Bhayangkara. Dengan suara tegas dan penuh wibawa, ia mengucapkan janji moral: membangun Polri yang melindungi, melayani, mengayomi, serta menjadi institusi yang dicintai dan dipercaya seluruh rakyat Indonesia. Ikrar itu bukan hanya dihafalkan, tetapi dipatri, menjadi kompas moral bagi setiap insan Bhayangkara dalam menjalankan tugasnya.

    Renungan malam tersebut menjadi simbol perjalanan panjang menuju Polri yang semakin presisi, yang berorientasi pada pelayanan publik, transparansi, dan dekat dengan masyarakat. Melalui prosesi sakral ini, seluruh jajaran Polri diteguhkan kembali bahwa pengabdian mereka adalah ibadah, dan kepercayaan publik adalah amanah yang harus dijaga dengan segenap jiwa raga.

     

     

  • Kapolda Metro Jaya Kirim 15 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut

    Kapolda Metro Jaya Kirim 15 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut

    Polda Metro Jaya mengirimkan bantuan setelah mendata kebutuhan mendesak di lokasi-lokasi yang terdampak bencana banjir dan longsor.

    Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan sosial untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dari Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 1 Desember 2025. Tempo/Nabiila Azzahra Abdullah

    Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan sosial untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dari Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 1 Desember 2025. Tempo/Nabiila Azzahra Abdullah

    KEPOLISIAN Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengirimkan bantuan untuk korban banjir di Sumatera. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan tersebut pada Senin, 1 Desember 2025.

    “Pada hari ini kami akan melaksanakan pengiriman bantuan kemanusiaan yang akan kami kirim ke tiga provinsi: Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Asep saat upacara pelepasan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin siang.

    Asep mengatakan bantuan itu dikumpulkan setelah polisi melakukan pendataan kebutuhan mendesak di lokasi-lokasi yang terdampak bencana banjir dan longsor. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir yang melanda Sumatera.

    Adapun bantuan yang dikirimkan Polda Metro Jaya diangkut dalam 15 truk, yaitu lima truk trailer dan 10 truk cold diesel.

    Muatan bantuan terdiri atas 350 karung beras atau setara dengan 17.500 kg, 5.000 karton Indomie, 2.500 karton minyak, 62.500 kg gula, 1.250 kodi selimut, 1.250 kodi sarung, 2.500 karton air mineral, 250 karton popok, 1.250 karton biskuit, 2.500 karton susu, 125 karton lilin, 5.000 karton teh, dan 2.500 karton kopi.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, bantuan akan disalurkan secara bertahap, bekerja sama dengan polda setempat. “Agar dapat terdistribusi dengan tertib, tepat sasaran, dan cepat diterima oleh masyarakat,” ujarnya.

    Pada hari yang sama, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memberangkatkan ratusan personel Polri ke Pulau Sumatera untuk membantu penanganan pasca-bencana banjir.

    Wakapolri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, ada 200 personel yang akan diturunkan di masing-masing daerah terdampak bencana banjir Sumatera tersebut. “Dua ratus pasukan nanti akan kami terjunkan dengan seluruh logistik dan peralatan pendukungnya,” kata Dedi pada Senin, 1 Desember 2025.

    Banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah hujan deras turun sejak 24 November 2025.

    Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin menduga anomali cuaca itu disebabkan adanya pertumbuhan siklon tropis Senyar di daratan Langsa, Aceh. Fenomena itu disebut langka, karena biasanya siklon tropis berkembang di laut terbuka seperti Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal per Ahad, 30 November 2025, adalah 442 orang dari ketiga provinsi terdampak. Sementara jumlah orang hilang saat ini dicatat sebanyak 402 jiwa

  • Polda Metro Jaya Kirim 15 Truk Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

    Polda Metro Jaya Kirim 15 Truk Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

    Polda Metro Jaya Kirim 15 Truk Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

    Polda Metro Jaya mengirimkan bantuan setelah mendata kebutuhan mendesak di lokasi-lokasi yang terdampak bencana banjir dan longsor.
    Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan sosial untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dari Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 1 Desember 2025. Tempo/Nabiila Azzahra Abdullah

    Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan sosial untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dari Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 1 Desember 2025. Tempo/Nabiila Azzahra Abdullah

    KEPOLISIAN Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengirimkan bantuan untuk korban banjir di Sumatera. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan tersebut pada Senin, 1 Desember 2025.

    “Pada hari ini kami akan melaksanakan pengiriman bantuan kemanusiaan yang akan kami kirim ke tiga provinsi: Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Asep saat upacara pelepasan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin siang.

    Asep mengatakan bantuan itu dikumpulkan setelah polisi melakukan pendataan kebutuhan mendesak di lokasi-lokasi yang terdampak bencana banjir dan longsor. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir yang melanda Sumatera.

    Adapun bantuan yang dikirimkan Polda Metro Jaya diangkut dalam 15 truk, yaitu lima truk trailer dan 10 truk cold diesel.

    Muatan bantuan terdiri atas 350 karung beras atau setara dengan 17.500 kg, 5.000 karton Indomie, 2.500 karton minyak, 62.500 kg gula, 1.250 kodi selimut, 1.250 kodi sarung, 2.500 karton air mineral, 250 karton popok, 1.250 karton biskuit, 2.500 karton susu, 125 karton lilin, 5.000 karton teh, dan 2.500 karton kopi.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, bantuan akan disalurkan secara bertahap, bekerja sama dengan polda setempat. “Agar dapat terdistribusi dengan tertib, tepat sasaran, dan cepat diterima oleh masyarakat,” ujarnya.

    Pada hari yang sama, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memberangkatkan ratusan personel Polri ke Pulau Sumatera untuk membantu penanganan pasca-bencana banjir.

    Wakapolri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, ada 200 personel yang akan diturunkan di masing-masing daerah terdampak bencana banjir Sumatera tersebut. “Dua ratus pasukan nanti akan kami terjunkan dengan seluruh logistik dan peralatan pendukungnya,” kata Dedi pada Senin, 1 Desember 2025.

    Banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah hujan deras turun sejak 24 November 2025.

    Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin menduga anomali cuaca itu disebabkan adanya pertumbuhan siklon tropis Senyar di daratan Langsa, Aceh. Fenomena itu disebut langka, karena biasanya siklon tropis berkembang di laut terbuka seperti Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal per Ahad, 30 November 2025, adalah 442 orang dari ketiga provinsi terdampak. Sementara jumlah orang hilang saat ini dicatat sebanyak 402 jiwa

  • Polda Metro Jaya Kirim 15 Truk Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

    Polda Metro Jaya Kirim 15 Truk Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

    Polda Metro Jaya Kirim 15 Truk Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

    Polda Metro Jaya mengirimkan bantuan setelah mendata kebutuhan mendesak di lokasi-lokasi yang terdampak bencana banjir dan longsor.
    Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan sosial untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dari Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 1 Desember 2025. Tempo/Nabiila Azzahra Abdullah

    Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan sosial untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dari Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 1 Desember 2025. Tempo/Nabiila Azzahra Abdullah

    KEPOLISIAN Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengirimkan bantuan untuk korban banjir di Sumatera. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan tersebut pada Senin, 1 Desember 2025.

    “Pada hari ini kami akan melaksanakan pengiriman bantuan kemanusiaan yang akan kami kirim ke tiga provinsi: Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Asep saat upacara pelepasan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin siang.

    Asep mengatakan bantuan itu dikumpulkan setelah polisi melakukan pendataan kebutuhan mendesak di lokasi-lokasi yang terdampak bencana banjir dan longsor. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir yang melanda Sumatera.

    Adapun bantuan yang dikirimkan Polda Metro Jaya diangkut dalam 15 truk, yaitu lima truk trailer dan 10 truk cold diesel.

    Muatan bantuan terdiri atas 350 karung beras atau setara dengan 17.500 kg, 5.000 karton Indomie, 2.500 karton minyak, 62.500 kg gula, 1.250 kodi selimut, 1.250 kodi sarung, 2.500 karton air mineral, 250 karton popok, 1.250 karton biskuit, 2.500 karton susu, 125 karton lilin, 5.000 karton teh, dan 2.500 karton kopi.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, bantuan akan disalurkan secara bertahap, bekerja sama dengan polda setempat. “Agar dapat terdistribusi dengan tertib, tepat sasaran, dan cepat diterima oleh masyarakat,” ujarnya.

    Pada hari yang sama, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memberangkatkan ratusan personel Polri ke Pulau Sumatera untuk membantu penanganan pasca-bencana banjir.

    Wakapolri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, ada 200 personel yang akan diturunkan di masing-masing daerah terdampak bencana banjir Sumatera tersebut. “Dua ratus pasukan nanti akan kami terjunkan dengan seluruh logistik dan peralatan pendukungnya,” kata Dedi pada Senin, 1 Desember 2025.

    Banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah hujan deras turun sejak 24 November 2025.

    Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin menduga anomali cuaca itu disebabkan adanya pertumbuhan siklon tropis Senyar di daratan Langsa, Aceh. Fenomena itu disebut langka, karena biasanya siklon tropis berkembang di laut terbuka seperti Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal per Ahad, 30 November 2025, adalah 442 orang dari ketiga provinsi terdampak. Sementara jumlah orang hilang saat ini dicatat sebanyak 402 jiwa